Sabtu, 27 Oktober 2018

PUISI: ASA

Oleh : Titi Nurjanah



Merdeka!
Hiruk pikuk teriakan berdengung ditelinga
Betapa bising ini, adalah asa yang ada, yang menggebu-gebu didalam jiwa
Mengenang beberapa tahun silam, ada jasad yang tak mampu meresap malam, untuk memastikan bahwa bangsanya bisa baik-baik saja.

Siluet hitam yang acap kali siaga dengan hati berduka, dengan mata berlinang menantikan fajar tiba
ada kepahitan dibalik tegasnya teriakan.
Ada kekhawatiran dibalik besarnya keberanian.

Kenyataan bahwa untuk setara, kita perlu berkorban luka
Pernah ada setumpah darah perjuangan, Pernah ada impian yang terbuang
Ketika Ibu Pertiwi harus menjadi saksi pahitnya terinjak ditanah sendiri.
Maka dari itu,

Bangkitlah, Jayakan bangsa dengan luasnya harapan yang ada
Bangunlah, Makmurkan bangsa dengan kekayaan alam yang berlimpah.

Bahwa hal yang paling masuk akal untuk membalas kekejian penjajah,
Adalah mampu berjaya dengan apa yang dimiliki, dan dengan apa yang dipertahankan dengan mati-matian selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar