Jumat, 19 Oktober 2018

Menyongsong Hari jadi Kota Prabumulih


 
FLPPRABUMULIH.OR.ID - Pada 17 oktober kota Prabumulih akan berulang tahun dan akan memasuki usia
nya yang ke 17, suatu usia yang tak lagi kanak-kanak jika di jelmakan sebagai
manusia, kota prabumulih laksana gadis remaja cantik yang meranjak dewasa dan
menjadi perhatian setiap manusia, begitu juga jika di umpakan sebagai sosok laki-
laki tentunya kota prabumulih ibarat pemuda yang tampan, gagah, berbadan kekar
dan kokoh membuat terpana setiap mata yang memandang.


Proses tumbuh kembang kota prabumulih tidak lah semudah yang kita
bayangkan, ibarat membesarkan seorang anak manusia pastinya membutuhkan
tenaga, fikiran, doa, ke iklasan serta kasih sayang yang tulus, sehingga ia tumbuh
menjadi kota besar, makmur dan memiliki nilai tersendiri dihati masyarakat nya. Hal
ini tak lepas dari tangan-tangan halus para pemimpin yang telah berjuang dengan
sepenuh hati untuk membesarkannya sehingga menjelma menjadi kota yang
berkembang , memiliki wajah yang elok dan rupawan. Dapat kita lihat dengan kedua
mata kepala kita hampir disetiap sudut kota prabumulih berdiri indah taman-taman
kota, mulai dari taman kota prabujaya, taman wonosari, taman gunung ibul sampai
taman patih galung, tak cukup sampai disitu saja hampir disepanjang jalan jendral
sudirman terlihat pembangunan trotoar membuat jalanan terlihat begitu tertatah,
meskipun tak banyak para pejalan kaki yang memanfaatkannya dengan baik.

Adanya armada pengangkut berupa bus Damri yang mempermudah masyarakat
umum dan mahasiswa serta pegawai menambah deretan bahwa betapa maju nya
kota prabumulih ini.

Perkembangan kota prabumulih sebagai kota yang mulai berkembang sangat
menarik berbagai kalangan untuk dicermati, terlebih tak kurang dari 5 tahun
belakangan ini kota prabumulih telah memiliki banyak kemajuan dari berbagai
aspek, salah satunya kota prabumulih telah di aliri oleh lebih dari 3000 sambungan
gas kota yang belum tentu dapat di capai oleh kota lain di sumatera selatan
khususnya. Hal ini tidak mungkin dapat terwujud begitu saja tanpa ada tangan-
tangan halus yang memperjuangkannya, dengan niat tulus dan ke iklasannya lah
kota kita tercinta ini dapat berubah begitu drastis jika di bandingkan dengan usia nya
dulu yang baru berusia 5 tahun belakangan kemarin. Di usia nya yang menginjak 17
tahun ini sudah sepatutnya masyarakat prabumulih banyak bersyukur kepada Allah
swt, karena beliau telah menganugerahkan pemimpin yang amanah, yang tawwaduh
dan berpegang teguh pada ketentuannya, allah swt tidak akan menempatkan
pemerintahan pada manusia yang tidak ia kehendaki kecuali atas izin nya sesuai
dengan firman allah swt, “ Qs. Al-Baqarah : 247 “ Nabi mereka mengatakan kepada
mereka, “ sesungguhnya allah telah mengangkat thalut menjadi rajamu” , mereka
menjawab, “ bagaimana thalut memerintah kami padahal kami lebih berhak
mengendalikan pemerintah dari padanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang
cukup banyak ? “ Nabi (mereka) menjawab “ Sesungguhnya allah telah memilih
rajamu dan menganugerahkannya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa, dan allah
memberikan pemerintahan kepada siapa yang di kehendakiNYA dan Allah maha
luas pemberianNYA dan lagi mengetahui.


Usia 17 adalah usia yang labil bila di umpakan sebagai seorang anak manusia ,
di usia itu sangat rentan dengan emosi, usia yang mudah terguncang dan
terombang ambing atau suatu usia dimana belum menemukannya jati diri yang
sesungguhnya namun dibalik usia yang labil, di 17 tahun itu tersimpan jiwa yang
bergelora, membara dan jiwa yang produktif, jiwa yang penuh semangat, jiwa yang
di penuhi ambisi yang senantiasa akan berkobar , menyimpan ide-ide cemerlang
serta di kelilingi oleh cita-cita luhur yang tertanam di dalam sanubari.


Selamat ulang tahun yang ke 17 kota ku yang penuh suka cita, disinilah aku
dilahirkan dan dibesarkan. Selamat hari jadi semoga tumbuh menjadi kota yang
besar, terdepan, kota yang memiliki keselarasan antara pemimpin dan
masyarakatnya. “Salam Literasi , mari menulis di era digitalisasi”

FORUM LINGKAR PENA PRABUMULIH
Oleh : Septiana Agustian


*Tulisan ini pernah dimuat di Prabumulih Pos (15/10/2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar