Kamis, 01 Februari 2018

Puisi: Janji di Januari

Nasib cinta Si Puan
Oleh : Ecsi Yunita

Dahulu ketika tiga hilal terlewati. Sang tuan,
merayu-rayu seribu janji terikrar.
Seribu kata maaf pun terucap. Namun bukan tak mau tapi
takut karena malu

Puan pun tak sudi diberi hati. Sebab pintu hati masih tertutup.
Akibat berkelukur kala itu tak kunjung sembuh
Takut benar terulang kembali

Tapi, tuan tak mau menyerah seribu cara satu cara usaha dilakukan.
Hingga hati puan terbuka lagi.
Begitulah hikayat dua hati tuan dan puan melekap

Setelah tiga hilal pun terlewati. Si tuan  mulai ingkar janji.
Tak mujurlah nasib si puan diri.
Kirannya tuan mulai tertambat ke lain hati.

Prabumulih, 22 Januari 2018




Sang Rubiah
Oleh Ecsi Yunita

Ini cerita tentang Sang Rubiah
Yang hidupnya amat berharga
Dan sepeninggalnya dinanti jannah

Siapa yang tak kenal padanya
Sang Rubiah bukanlah Si Rentah
Hidupnya tak menunggu mati
Dakwahnya tidak pernah mansyuh

Senyum lembutnya selalu melekat
Dari gigi-gigi tertempel palsu
Tak pernah hilang semangatnya melangkah
Meski kaki bertambah jadi tiga

Mengajar mengaji kesana kemari
Mengurus mayat pun beliau kerjakan
Dunia dicari akhirat didapati
Wajib dan sunnah  tetap dijalani

Prabumulih, 23 Januari 2018


Janji di Januari
Oleh Ecsi Yunita

Bisu itu telah merajai hari
Kala ujung malam terlampaui
Tapi ikrar belum ditepati
Bersama sunyi tetap menanti

Bukankah kita telah berjanji
Akan bertemu diujung Januari
Tapi bayanganmu saja sudah berlari
Harapn semu meninggalkan ku sendiri

Kini diri berteman sepi
Itu saatnya muhasabah diri
Hingga khilaf  bisa terbenahi
Dan berjalan dijalan yang pasti

Sungguh janji Allah yang pasti ditepati
Dn pada-Nyalah hamba menggantungkan diri
Dalam firman-Nya Allah berjanji:

“ Dan penuhilah janjimu Kepada-Ku, niscaya
Aku penuhi janjiku kepadamu dan hanya
kepada-Kulah kamu harus takut (tunduk).

Prabumulih, 24 Januari 2018
Tangis histeris
Senjata doa takbir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar