Rabu, 21 Februari 2018

Apa dan Bagaimana Puisi Lama


Bibir dikulum makan terasi 
Assalamualaikum sahabat literasi 
Kali ini kita akan membahas tetang puisi lama. Apa sih puisi lama itu ?. Yup, benar puisi lama yang sudah lama. Sudah ada sejak zaman dahulu dan sering digunakan dalam upacara adat  Jadi, puisi lama adalah puisi yang memiliki aturan yang terikat atau mempunyai makna. 

Ciri –ciri puisi lama antara lain : 
1. Terlihat kaku karena terikat dengan aturan didalamnya 
2. Tidak diketahui siapa pengarangnya karena merupakan karya turun temurun 
3. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dari mulut ke mulut. 
4. Jumlah baris pada bait bersifat genap 2, 4, 6 dan seterusnya. 
5. Mempunyai rima dan irama. 
Jenis – jenis puisi lama yaitu : 

1. Syair 
Syair berasal dari arab. Ciri –ciri dari syair yaitu terdiri dari empat baris dalam satu bait. bersajak a-a-a-a berisi tertang suatu cerita dengan nasihat didalamya dan tiap baris merupakan isi. 
Contoh : 
Syair nasehat 

Ini nasehat untuk cinta sejati 
Janganlah engkau salah memilih hati 
Sebab sakitnya terasa ribuan kali 
Bukan cuma seperti tertusuk duri 
Hidup di dunia hanya sesaat 
Akhirat menunggu lagilah dekat 
Janganlah hanya mendapat laknat 
Hendaklah tuan kena beribadat 
Jika engkau kejar cintai Illahi 
Akhirat kena engkau dapati 
Berdoalah dan berserah diri 
Pada ujian yang dihadapi 

2. Pantun 

Pantun merupakan jenis puisi lama yang sangat dikenal dimasyarakat. Sampai sekarang pantun masih digunakan sebagai alat komunikarsi dalam upacara adat. Contohnya di acara adat pernikahan Betawi. 

Ciri-ciri dari pantun adalah bersajak a-b-a-b, terdiri dari empat baris dalam 1 bait. 
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata, 2 baris awal merupakan sampiran dan 2 baris berikutnya merupakan isi. 

Contoh : 
Telur ayam dieram hendak menetas 
Sudah menetas masuk ke raga 
Bila  ingin sebuah maju komunitas 
Cukup peduli semua anggota 

Taman wonosari jalan arjuna 
Di samping taman ada BSP 
Agar pena jadi berguna 
Marilah jadi anggota FLP 

3. Seloka 
Seloka atau pantun berkait. Hampir sama dengan pantun tapi pada seloka baris kedua atau keempat pada bait pertama digunakan pada baris pertama atau ketiga pada bait kedua dan selanjutnya. Seloka berisi tentang sindiran, ejekan atau senda gurau yang dinyatakan lewat suatu perumpamaan. 

Contoh : 

Pergi ke kebun memetik kacang 
Kacang dipetik untuk ditumis 
Begini nasib hidup melajang 
Malam minggu serasa kamis 

Kacang dipetik untuk ditumis 
Mengiris bumbu pakai parang 
Malam terkenang kakak berkumis 
Tapi sayang suami orang 

Mengiris bumbu pakai parang 
Bumbu diiris kasar-kasar 
Janganlah pula jarang mandi 
Kalaulah datang bujang tersasar 

4. Gurindam 

Gurindam berasal dari Tamil (India). Gurindam  merupakan jenis puisi lama berisi tentang nasihat. Mempunyai ciri bersajak a-a dan mempunyai 2 baris. Setiap baris merupakan isi. 
Contoh : 

Semasa jaya janganlah kikir 
Kelak susah menjadi fakir 
Pilihlah teman yang baik budi 
Agar bertemu lagi di jannah nanti 
Carilah pasangan taat agama 
Agar tercium baunya surga 

5. Karmina 

Karmina sering disebut pantun singkat karena hanya mempunyai dua baris disetiap baitnya. Memiliki sajak a-a baris pertamanya berupa sampiran dan baris keduanya adalah isi. Karmina merupakan kebalikan dari gurindam karena digunakan untuk menyindir seseorang. 

Contoh : 
Lihat matahari terbit dari Cibubur 
Hari hujan badan tambah subur 
Pergi ke Padang belajar menari 
Ketahuan pembohong malu sendiri 
Buah semangka tidak ada duri 
Suka merajuk tak tahu diri 

6. Mantra 
Mantra merupakan jenis puisi lama yang dikaitkan dengan kekuatan ghaib. Ciri-ciri Mantra mempunyai rima yang bersifat misterius, biasanya majam metafora dan bersifat esoferik. Esoferik merupakan bahasa khusus yang dipakai antara pembicara dengan lawan bicara. 

Contoh 
Mantra pemikat cinta 

Ku lontar binatang bernama lintah 
Hendak mengisap darah di dalam dada 
Tempat hati duduk bersimbah 
Aku sapa dianya tergila 
Dipanggil dia datang 
Tak dipanggil dia gelisah 

7. Talibun 
Talibun merupakan jenis pantun yang mempunyai baris lebih banyak dari pantun biasa. Sekitar 6 sampai 20 baris perbait. Jika talibun mempunyai 6 baris, artinya 3 baris pertama adalah sampiran dan 3 baris diakhir adalah isi, dengan sajak pada talibun a-b-c a-b-c 

Contoh : 
Menulis puisi diatas kertas 
Pena dipegang jempol dan telunjuk 
Puisi disalin ke dalam buku 
Belajar bijaklah menjadi berkomunitas 
Bertengkar sedikit tak boleh merajuk 
Kepentingan bersama selalu nomor satu

Oriza Ecsi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar