Kamis, 18 Januari 2018

Tiga Sahabat Lama


FLP PRABUMULIH.OR.ID Beberapa waktu lalu saya dipertemukan dengan 3 orang sahabat lama yang rata-rata hampir 10 tahunan kami tak pernah bersua. Dalam satuan waktu yg begitu singkat, tapi seolah membagi 3 jenis perubahan pada diri mereka masing-masing.

Teman yg pertama, sebut saja si A dia sholat tepat disebelah saya, wajahnya teduh, tenang sekali dengan janggutnya basah. Kami bersua, saling pandang dan salaman lalu terlibatlah percakapan singkat penghangat suasana. Dia ini tak berubah, maksud saya tetap konsisten akan jalan hidupnya. Dia tetap menjaga sholat berjamaahnya sperti yg saya kenal 10 tahun silam. Si A tetap ramah, akrab tidak pula terkesan merasa lebih baik soal agama. Intinya friendly walau spertinya kami beda mazhab.

Teman yang kedua, sebut saja si B. Ini yang membuat saya begitu haru lagi kagum denganya. Begitu keluar dari masjid, diparkiran saya dipanggilnya. Sedikit memastikan apakah benar nama saya yg dimaksud, leher saya muter 360 derajat (emang bisa ya, hehe). Allahuakbar, si B ini pakai jubah putih dengan janggut panjang tapi rapih, mukanya begitu bercahaya lagi menenangkan. Saya peluk dia, kami pun langsung terlibat percakapan hangat (sehangat kuku). Sekitar 10 tahun lalu dia ini anaknya badung, tatoan, perokok, peminum, suka berjudi nakallah pokoknya. 

Dia cerita dia dapat hidayah lantaran sembunyi waktu mau diamuk massa karena mencuri motor (udah sy bilang kan emang nakal anak ini) tapi ketika itu nyawanya diselamatkan seorang bapak yg baik hati. Sampai akhirnya berubahlah ia seperti ini. Allahu Akbar.

Teman terakhir yg ketiga saya tanpa sengaja pun dipertemukan Allah, sebut si C dia saya lihat seusai keluar dari masjid  habis dari bertemu si B tadi. Dijalan besar saya lihat ia membonceng seorang wanita seksi dan dia merokok. Semoga saja wanita itu muhrimnya dan rokok dimulutnya itu permen tiruan saja, begitu fikir saya supaya hati tetap berhuudzhon. Dia dulu 10 tahun silam adalah seorang aktivis dakwah, suka sekali berkegiatan dimasjid-masjid. Rutin ikut kajian dan organisasi keislaman. Tetiba, baru saja hati saya berbunga, tapi kini layu dan sedih. Usai melihat dia, mata saya berkaca-kaca. Adakah yang salah?
Tiga momen berharga yg Allah tunjukkan kepada saya ini, pasti ada hikmah yg ingin Allah kasih buat saya. Dan saya niatkan juga untuk saya tuliskan agar hikmahnya bisa sampai ke teman saya yang baca.

Kita semua tahu, bahwa takdir kita 10 tahun ke depan atau bahkan 1 detik ke depan semua sudah tercatat dalam kitab lauhulmahfudz. Siapa yg bisa menjamin kita jadi apa dan siapa di masa mendatang?
Perjalanan hidup ini pula penuh ujian, cobaan penderitaan maupun kesenangan. Iya, kesenangan itu pun ujian yg memperdaya, terlena sedikit habislah kita. 

Pertemanan kita dulu, saat ini atau nanti selalu dinamis, berubah-ubah, lingkungan kita dulu yg sholeh seketika saja berganti jadi lingkungan yg salah. Salah pergaulan bisa menyebakan kita berubah.
Allah seperti ingin mengabarkan kepada saya, jangan pernah sombong, baik akan kesholehanmu atau malah berbangga dengan kemaksiatanmu. Cukup rahasiakan saja keduanya kepadaNya.

Jangan pernah menyerah, itu si C contohnya. Jangan pernah berputus asa dalam mencari hidayah itu si B buktinya. Dan istiqomahlah seperti si A.

Allah yg Maha membolak-balikkan hati manusia. Jangan pernah berharap kepada manusia agar hatimu dimuliakannya atau takut hatimu dikecilkannya. Manusia tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat apapun tanpa seizin Allah (bi'idznillah). 

Bersabarlah atas ujian apapun yang menimpa, bersyukurlah apapun yang dirasa. Jangan isi hidup kita dengan mengeluh karena bisa jadi suatu saat keluhan itu bertransformasi menjadi kufur lalu akhirnya futur.
Jalani saja hidup sesuai tuntunan rosul lalu istiqomahlah diatasnya. Jangan pernah merasa puas dengan kebaikkan, karena sejatinya amalan kita ini tak ada apa-apanya, secuil mungkin pun tidak. Terus belajar, terus berbuat baik seolah-olah kita merasa tak pernah melakukan sebelumnya. Lalu kita terus saja berbuat baik, sampai akhirnya tanpa sadar kalau kita sudah kembali kepadaNya. Fitrah suci kita kembalikan kesuciannya kepada pemilik diri kita. Wallahu'alam bishowab.


Fajar Kustiawan
Penulis, Ketua Forum Lingkar Pena Wilayah Sumatera Selatan
Lampung, 17 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar