Sabtu, 13 Januari 2018

PUISI: Hujan #2


Hujan di Akhir Desember
Oleh: Rini Kosasi

Berkubik-kubik debit air jatuh dari langit
Menggelegar di atas atap yg berlapis seng
Memekak telinga

Terbirit-birit hamparan debu berlari
Dan bumi yg membuat kubangan air
Dedaunan menari-nari

Bersautan nyanyian suara katak
Langit menghitam

Tak memberi celah pada sang surya bertahta di singgasananya
Berlapis awan yg juga menghitam
Dan angin yg membelah hujan

Prabumulih, 29 Desember 2017
===========
Membelah Hujan
Oleh: Amelia Cika

dipersimpangan jalan
dibawah derasnya rintik hujan
dengan segala pengharapan
tangan menari-nari disana

kaki kecil berlarian mengejar hujan
percikan air seperti ikut berlarian
tawa canda menutupi duka

terlihat tegar hadapi semua
deras hujan semakin menggelegar
semakin terasa sejuk relung hati yang luka
tirai tirai suka mulai terbuka
berharap hujan tidak segera reda


lemabang dalam gelapnya sudut kamar, 29 Des 2017
=============
Siklus
Oleh: Ellin

ialah hujan
yang membangun cerita pagi ini
lantas direkam derap langkah tiap senti
mengguyur bumi

memuaskan dahaga pohon-pohon kerontang
tetes-tetesnya setia jatuh pada gravitasi
bermuara menuju sumber divestasi
dan karam di akar pohon-pohon yang cengkar

ialah hujan
yang meninggalkan genangan malam
sebelum mencampakkan diri pada tilam
membubuh doa berbalut asa
'tuk dikirimkan kepada semesta

-kabin layung, 29122017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar