Jumat, 12 Januari 2018

PUISI: Hujan #1


Hujan dan Kamu
Oleh: Marsela Angels
Mendung masih bergelayut menutupi indahnya langit senja,
Setelah habis nya air yang turun tercurah,

Memetik bintang tak dapat tergapai, terhalang awan gelap.
Hujan,

Kejatuhanmu laksana rahmat,
Namun juga bisa jadi laknat,
Bukan salahmu turun disaat yang tidak tepat,
Tapi terimakasih,
Karna kau, malam ini aku dapat bersamanya, di bawah payung merah

Prabumulih
29 desember 2017
==============

Desember Berhujan
Oleh: Nisa Alfitri
Datangnya hari tak luput dengan sepersekian detik
Terasa detak arloji sampai ke hati
Bersama gugup terbawa berlari-lari
Ketika tetiba di mana bersua di penghujung
Desember lengkap dengan sajian hujannya yang meneduh relung jiwa
Ada yang mencari dari ekor mata
Mencuri tatap lalu membuang
Hatinya mengutuk ada sesal berlarut senang
Baiknya berharap hujan datang buang sesal sisakan senang
Ujung jemarinya menyentuh bulir hujan
Getarkan jiwa meninggalkan kekakuan
Bermunajat bersua kelak menjadi awal sapaan serta senyuman yang berkesan
Wahai hujan luruhkanlah jiwa yang kaku
Sekaku 'kanebo kering'

Bersama sisa hujan jum'at, 29 Des 2k17.
==============
Arti Hujan Bagi Aku dan Kita
Oleh: Tiana Yuthi

Tahukah engkau apa arti hujan bagiku?
Tetes demi tetesnya mengingatkan akan  penantian panjang yang pilu
Bulir demi bulir beningnya serupa air yang tumpah kala mengingatmu
Masih ingatkah engkau apa arti hujan bagi kita?
Hujan ialah pertemuan
juga perpisahan
Engkau memilih pergi
tanpa pesan tuk kembali
Lalu hingga kapan harus kunanti
Karena nyeri ini tak dapat kutanggung lagi

2 komentar: