Jumat, 26 Januari 2018

Ngobrolin Outline di Awal Tahun

FLP PRABUMULIH.OR.ID, Hari itu cuaca dibawah langit nanas memang tak terlalu terik. Hari yang lumayan cocok menguatkan niat dan menguatkan langkah kaki untuk datang pada kelas pertama di awal tahun 2018.

Ahad, 14 Januari 2018. Pukul 14.00 wib, setiap dua bulan sekali kami sering mengadakan pertemuan, di mana? Di mana lagi kalau bukan tempat andalan di saung Bank Sampah Prabumulih (BSP). Bukan apa sih agan dan sista, sebab kebetulan pak ketua kita yang baru ini Fahry Alamsyah memang kerja di sana, kunci beliau yang pegang. Hehehe.

Pada kelas pertama di tahun anyar ini, materi di isi oleh ketua divisi kepenulisan, beliau menyampaikan materi tentang outline.

Apa itu outline? Seberapa pentingnya outline untuk kita (penulis).

Kata cewek yang kerap dipanggil Rinjani ini, outline sangat penting untuk menjaga alur cerita kita, agar ga ngawur ke mana-mana. Kalo ke mana-mana kayak lagu dangdut deh.

Kemana... Kemana... Kemana....

Hayo lagu siapa itu?

Kalau pun kita mulai agak ngawur dengan cerita yang sudah kita tetapkan, kita akan cepat kembali (sadar diri deh, hehe).

Jika sudah begitu kita juga akan bisa lebih fokus dengan cerita yang sedang kita garap. Dan tentunya naskah kita akan cepat kelar. Ga seperti naskah mimin nih yang jalan ditempat grakkk...

Dari pertemuan awal tahun ini diharapkan pada semua anggota FLP Prabumulih agar sekiranya bisa membuat outline
sebelum mengarap ceritanya, bukan apa-apa sih, biar lebih gampang ngelarin naskahnya.

Oh yah ada yang tanya. "Kak Rinjani, kalau kita sudah ada outline  yang lengkap, boleh ga kita lompat dulu dari bab 2 langsung bab 4, soalnya bab 3 aku kurang riset?"

Nah, itu salah satu keuntungan kita punya outline/kerangka karangan. Dari sana kita bisa memilah dan memilih bab mana dulu yang bisa kita kerjakan, biar ga mandek di satu bab saja, sampe janggut kambing ubanan.

Asal! Eh asal apa?

Yah asal alur ceritanya nyambung gitu...

Sipp deh, sekian dulu yah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar