Jumat, 19 Januari 2018

MAKNA DARI SEBUAH KATA CINTA

“Cinta adalah ketika kebahagian orang lain lebih penting daripada kebahagiaan dirinya sendiri.” H Jacson Brown, Jr.



FLP PRABUMULIH.OR.ID, Cinta bila kita artikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni rasa suka, sayang benar, kasih sekali, rindu, terpikat, khawatir dan berbagaimacam lainnya, bila kita cermati arti cinta dalam kamus besar bahasa Indonesia itu, maka bisa disimpulkan bahwa kata cinta tak mengandung sebuah maksud untuk menyakiti, membuat kecewa, galau, membuat diri kerdil. Jika sudah begitu, apakah kita pantas menyalahkan cinta, 

Ahh… lebih baik kita pelajari lagi makna cinta sesungguhnya, atau jangan-jangan kita salah memaknai cinta.
Atau jangan-jangan kita sudah mempersempit makna dari sebuah kata cinta yang mahaluasitu.

Nah, itu arti cinta dalam kamus besar bahasa Indonesia, lalu apa arti cinta dalam bahasa arab (Sssttt… saya harap teman-teman pembaca bukan orang anti arab yah). Dalam bahasa arab cinta itu artinyaAl-Mahabbah (Kasih Sayang). Kalau sudah begini, masih mau dibohongi atas nama cinta tapi menyakiti, dibuat kecewa, ditikung dari belakang? Asemkan!

Bila uraian pengertian cinta menurut dua bahasa (Indonesia dan Arab) maka tak ada salahnya yah kita cari tahu cinta menurut pandangan para tokoh-tokoh hebat sepanjang masa, berikutini;
Om Mario Teguh punya pandangan tersendiri tentang Cinta;  

“Cinta adalah ketertarikan yang tak masuk akal, agar sepasang jiwa mengupayakan kebersamaan sebagai pasangan yang menghasilkan keturunan yang melanjutkan kehidupan. Kasih sayang adalah keputusan sadar untuk menjadikan kebersamaan seseorang pribadi pilihannya sebagai sahabat yang membesarkan kehidupan. Cinta bisa berlangsung sesaat, dan kasih sayang yang melanjutkannya sampai kapan pun.” 

Aduh… bahasa Om Mario njelemetyah sahabat super. Tapi, kita masih ada cinta dipandangan para tokoh lain nih kawan.

“Cinta adalah gejolak jiwa dan hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.” – ustadz Abdullah NashinUlwan.

Ada lagi cinta menurut seorang penulis buku Life’s Little Instruction “Cinta adalah ketika kebahagian orang lain lebih penting daripada kebahagiaan dirinya sendiri.” H Jacson Brown, Jr.

Sudah puas kawan? Kalau belum mari kita lanjutkan lagi, tapi kali ini agak berat yah bahasannya, uhuk. Lebih tepatnya harus memakan waktu sedikit panjang, harus benar-benar dicermati. 

Suatu hari, Plato datang kepada gurunya, dalam kedatangannya itu ia ingin mengutarakan sebuah pertanyaan pada gurunya. “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Sang guru tak perlu membutuhkan waktu lama untuk menjawab pertanyaan dari muridnya itu. Gurunya menjawab. “Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali. Kemudian ambilah satu saja ranting. Jika kamu telah menemukan ranting yang paling menakjubkan maka itulah yang dinamakan cinta.” 

Kemudian Plato pun berjalan kedepan menuruti arahan dari sang guru. Namun tak lama kemudian tanpa membawa satu batang ranting pun. 

Sang guru bertanya, “Mengapa Kau tak membawasatu pun ranting?”
Mendengar pertanyaan sang guru, Plato pun menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja ranting. Padahal, saat berjalan saya tidak boleh mundur kembali atau berbalik. Sebenarnya saya sudah menemukan ranting yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apa kah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana. Maka, aku tak mengambil ranting itu, dan aku pun melanjutkan perjalanan kembali, namun baru aku sadari bahwa disepanjang perjalanan aku tak menemukan lagi ranting-ranting sebagus ranting yang tadi. Itulah sebabnya mengapa aku tak mengambil satu ranting pun.”
Dengan penuh kelembutan gurunya pun menjawab, “ItulahCinta.”
Ruwet yah gaya bahasanya, jika boleh bertanya apakah sudah ada yang paham dengan makna cinta dari kisah Plato dan gurunya di atas? Ayo ngacung! Okelah, maka izinkan sayamencoba menguraikan maknadari kisah di atas, namun bila ada kekeliruan mohon maafkan saya. Cinta, bila ia dicari-cari maka sulit sekali ditemukan, entah dimana? Seperti Plato yang berusaha mencari ranting paling menakjubkan, ia telah menemukannya namun dalam pikirannya ranting itu kurang menakjubkan hingga akhirnya plato berpikir untuk mencari lagi, tetap tak menemukan juga. 

Maka bolehlah kita simak sebuah kalimat indah ini; 

“dalam makna memberi it uposisi kita sangat kuat:
kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karenat akdir-Nya
sebab di sini kita justru sedan gmelakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung; MENCINTAI.”  - M. Anis Matta-  

Jika kita bisa mamahami sebuah makna  sesungguh menyadari kata cinta itu maka tak akan ada yang mengatakan bahwa cinta itu menyakiti. Untuk saat ini saya belum bisa menguraikan panjang lebar kenapa ada rasa cinta tapi masih menyakiti, masih dibuat kecewa? Maka dari itu saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk tetap menyusuri jalan ini; Jalan Satu-SatunyaCinta.



Fahry Alamsyah
Tukang Sampah, Tukang Ketik, dan Ketua FLP Prabumulih 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar