Minggu, 31 Desember 2017

FLP Prabumulih Ikuti Workshop dari Kementrian Pariwisata dan Indonesia Kreatif




Palembang, Senin 5 Mei 20I4 perwakilan dari anggota FLP Prabumulih berangakat menuju hotel Swiis BeliNN untuk mengikuti workshop bertema “Fasilitasi Publikasi Karya Cerita Fiksi Dan Non Fiksi”. seIain dari FLP  Prabumulih ada juga FLP dari Ogan iIir FLP Palembang dan Forum lainnya yang ikut hadir. Kegiatan ini diselengarakan oleh kementerian pariwisata dan Indonesi.

kreatif  RepubIik Indonesia yang berlangsung dari pukul 09.00wib sampai I6.00 wib.Narasumber pada workshop tersebut yaitu Ibu Ana Sunarti dari Kemenparekref, Bapak Moammar Emka seorang penerbit Gagas media group dan sekaligus penulis buku terkenal Jakarta Under Cover dan Ibu Pangestu Ningsih dari CEO Naura Pubishing-Mizan group.


Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam menerbitkan buku yaitu menyerah pada penerbit dan menerbitkannya sendiri. Perlunya mengetahui karakter penerbit jangan sampai salah  penerbit buku novel dimasukan pada penerbit sains. Pandai membaca potensi pasar, cari tema yang  yang disukai atau yang belum ada yang menerbitkan, karena tidak ada yang bisa menebak buku apa yang akan booming nantinya. 

Kita juga dapat menerbitkan sendiri baik melalui bIog dan mencentaknya sendiri. Ada banyak blog yang bisa dikunjungi misalnya islamindonesia.co.id, mizan.com dan Gagasmedia.net. 

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan kementerian Pariwisata dan indonesia kreatif  mengundang para pencinta menulis untuk mengikuti kompetensi menulis. Untuk informasi lebih jelas dapat dilihat di nulisnusantara.com.


 Beberapa kesan-kesan dari anggota FLP Prabumulih selama mengikuti workshop tersebut:

Fajar  kustiawan :
Saya merasa jauh lebih semangat dan ingat akan target-target naskah dan karya yang lama terpendam, ingin menembus penerbit mainstream biar karya saya lebih banyak dibaca, dan jadi lebih serius untuk menjadi penulis. Dapat sebuah wejangan yang luar biasa sampai sekarang masih tergiang-ngiang “ Menulis itu cara penulis melepaskan beban pikirannya dan menyampaikan keinginannya, membuatnya menjadi lebih bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Alamsyah :
HasiI dari workshop kemarin saya mendapat  semangat baru dan membantu untuk tetap menulis, tapi lebih dari itu  acara kemarin memberikan ilmu dan pengalaman baru  tentang penerbitan dan bagaimana cara yang baik mengirim naskah ke penerbit.


Susi :
Walaupun capek  rasanya tapi jadi  lebih semangat lagi untuk menulis. Apa dan bagaimana pun hasilnya nanti yang penting sudah belajar menulis.

Rahman :
Senang sekali mengikuti workshop karena mendapat banyak  ilmu dan  bisa bertemu mas Moammar Emka dan mbak Pangestu Ningsih.

Ecsi yunita :
Workshop ini seperti kado buat saya setelah resmi menjadi anggota FLP Prabumulih. Sangat terkejut ketika tahu nasumbernya merupakan penulis dan penerbit handal. Jadi membuat lebih semangat lagi untuk belajar menulis. Ingat katanya  Bapak  Emka “ kalau mau jadi penulis menulis itu harus jadi habit. Saya saja menulis 2 halaman sehari”. Ternyata benar ya menulis itu hanya masalah ketekunan.

Aidil :
Luar biasa, saya berharap bisa menjaga semangat menggebu yang sampai hari masih terasa.

Penulis : Ecsi Yunita 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar